Masa Perkuliahan

Ketika saya memasuki awal semester 5, ya saat ini sedang saya jalani, dengan semangat yang turun naik seperti bajaj. Awalnya saya mengira semester 5 ini akan sedikit lebih santai ketimbang semester sebelumnya, tetapi ternyata saya salah.

Malahan untuk semester 5 ini baru terasa perjuangan, sedikit banyak menguras tenaga dan pikiran, banyak observasi, praktek dan sebagainya. Jiwa mungkin sudah mulai lelah tetapi harus dipaksakan.

Saat ini saya berfikir dengan keras biaya yang dikeluarkan orang tua tidak sedikit jumlahnya banyak tanggungan beban pikiran untuk kedua orang tua agar bisa mengkuliahkan saya, dan jika saya tidak serius kuliah, hanya main-main saja, sudah pasti pengorbanan ya g begitu besar akan menjadi sia-sia.

Waktu itu ketika proses pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) saya melihat salah satu mata kuliah yang cukup menarik perhatian dalam bayangan saya, akan mempelajari berbagai media dan teknologi, tetapi beberapa hari mengikuti matakuliah tersebut laptop saya sakit dan eror.

Jadi itu tantangan tersendiri untuk saya, karena laptop saya tidak bisa digunakan, saya terpaksa meminjam laptop tetangga sebelah, maksud saya laptop anak kelas b dan c alhamdulillah teman-teman saya baik semua, mereka tidak keberatan untuk meminjamkan laptop.

Walaupun benar-benar rumit ada secuil perasaan tidak nyaman karena keseringan dalam meminjam, tetapi saya harus bisa meyakinkan teman-teman, terkadang jika saya merasa kurang nyaman meminjam, saya tidak meminjam dan akhirnya saya tidak membawa laptop hanya menggunakan handphone.

Ada beberapa bagian yang menggunakan handphone saat pelajaran berlangsung, seperti wordpress, facebook, google classroom, dan pustaka digital, alhamdulillah bisa dipahami.

Sampai pada akhir semester 5 saya dan teman-teman praktek lapangan untuk mengaplikasikan semua yang telah dipelajari selama perkuliahan teknologi pendidikan dan kami memilih Google classroom, dan semua berjalan lancar, kami membuat laporan kelompok serta laporan individu.

Ini benar-benar mengesankan dan menambah pengalaman begitu banyak proses yang dilewati hari demi hari dan bisa berjalan dengan baik.

https://vinokiyocom.wordpress.com

Gua Suka Sama Twin Man

Hahaha Twin Man, ceritanya tadi teh manusia kembar, masa kaya begitu aja pada nggak ngerti hehehe, bercanda kawan-kawan. Gua mau cerita nih sedikit pakai panjang kali lebar, gua senang banget liat orang kembar, kalau lu pada senang kagak?

Aku yakin kamu juga senang ya walaupun sedikit, tapi mereka itu menurut aku unik, apalagi nih ya khususnya kembar identik, wajahnya susah banget buat dibedakan.

Eh, enaknya nih pakai bahasa lu gua atau aku kamu ya? Hehe kayanya kalau cerita pakai lu gua lebih enak, tapi terlalu kekota-kotaan, apa pake aku kamu aja ya? Sebentar aku fikir dulu, sepertinya terlalu formal.

Saya jadi bingung, mau pakai bahasa yang mana, biar kita lebih friendly gitu, atau lebih bersahabat biar kerasa seperti curhat kan enak tuh Kue Curhat “CUCUR HANGAT”. Maaf ya tambah nggak nyambung gini otak saya lagi blank sedikit. Ya sudah pake aku kamu saja biar kaya di FTV tuh, ujung-ujungnya pake aku kamu hehhe. Kayanya kata saya dan anda lebih formal lagi.

Aku sudah hampir lupa sesuatu hal yang begitu mengesankan kan dalam hidupku, tapi kalian juga harus tahu, aku ini siapa, atau itu nggak penting ya? Hehe sebenarnya aku bukan orang istimewa sih, hanya orang biasa, bernafas juga, makan nasi juga kaya kalian, tidur juga suka ngorok, eh yah ketahuan dah rahasia ku.

Punya adik empat yang begitu sangat-sangat aku cintai dan sayangi, tapi mereka cukup riweh, dan brisik, tapi sebenarnya sih aku lebih nakal dari mereka, dulu waktu kecil aku suka mentongin anak-anak ayam sampai mati, terus nyeburin anak-anak kucing kesumur matih dah tuh. Maaf ya waktu kecil dulu agak psikopat, tapi sekarang nggak, sampai aku berfikir sekarang dosa nggak ya aku sampai bisa sesadis itu.

Sekarang keadaan nya malah berbalik, sudah jauh sekali dari kata psikopat, kalau sudah liat ayam mau dipotong, mau dimasak gitu tapi langsung lari aja keluar atau kekamar, benar-benar nggak tega liatnya bisa sedih lihat ayam disembelih dia kan juga pengen hidup, hehe seolah-olah aku mengerti bahasa dan perasaan hewan, mungkin ikatan bathin, maaf ngelantur.

Nah, sekarang juga malah jadi penyayang sama kucing, nggak bakalan tak biarin dia kelaparan apalagi masih kecil, sampai di cium cium, mungkin kalian geli, ya, berhenti aja tentang kucingnya.

Loh ko jadi bahas tentang hidupku ya? Heheh tadi mau bahas manusia kembar, aku senang aja lihat orang kembar, menurut aku itu menarik, ya bagi seorang novi lah ya.

Yah tetap saja ada sangkut pautnya dengan hidupku, ketika saya SMP saya punya teman kembar tapi cowok, namanya Ozi dan Uzi mereka mirip banget, tapi yang satu lebih berisi badannya, saking uniknya menurutku nggak bosan mandagin orang kembar, yang ada dalam hati ku gini ni “apa kalu salah satu sakit yang satunya juga ikut sakit? Setahu aku sih begitu orang kembar itu punya ikatan batin yang kuat.

Nggak tau kenapa selama akau melewati kehidupan pasti bertemu orang kembar ini ketika aku SMA, aku punya teman kembar lagi tapi ini cewek namanya Fina dan Fani MasyaAllah deh pkoknya mereka cantik, tapi ada cerita menarik, sebelum aku mengenal mereka, aku lebih dulu kenal Fina dia satu sekolah denganku di SMA KALTIM walaupun jurusan nya berbeda, dia jurusan IPA tapi cocok sama wajahnya. Wajah-wajah anak IPA, dan aku anak IPS wajahku, waja-wajah lama hehehe. Kami akrab karena 1 ekstrakulikuler pencak silat, salah satunya 2 cewek yang bertahan dalam ektrakulikuler Pencak silat, karena yang lain pada menyerah karena badanya sakit-sakit. Tapi aku kagum sama fina dia itu feminin banget, cantik juga lembut kalau ngomong, tapi siapa sangka dia pesilat, mungkin orang-orang yang macam-macam atau jahat sama dia, siap-siap aja deh lihat kekuatannya, walaupun nggak kelihatan kerna ketutupan sama sikap feminin dan lembutnya itu.

Aku nggak tahu kalau Fina punya kembaran, soalnya juga nggak kebayang sih, Fina cewek cantik 1 saja sudah wau apalagi 2 wajahnya sama, nggak nyangka saja aku hehe maklum aku memang alay dari sononya norak juga sedikit, tapi lebih banyak kerennya, ihh pede yak? Hanya gurau.

Fina juga nggak pernah cerita kalu dia punya kembaran, karena Fina sekolah yang berbeda dengan Fani, yang satu di SMA yang satu lagi Fani di SMK Pertanian. Kenapa aku bisa kenal Fani waktu itu, aku jalan-jalan sama temanku berdua naik motor, tahu nggak motor apa? Motor Satria F yang bentuk kepalanya bilalang itu hehe bercanda, aku yang joki, keren kan gua? Sedikit sombong nggak kenapa-kenapa kali yak? Itu juga motornya Kristina, Hahahaha aku hanya gurau kawan-kawan.

Jadi mampir dirumahnya Fina, duduk diteras rumahnya, nah waktu aku asik ngobrol bareng Fina, terus ada yang ucap salam.

“Assalamu’alaikum” ucap Fani

Ya serempak kami jawab Waalaikumsalam terus aku menoleh kearah suara tadi terus mandagin wajahnya Fani terus bengong, untuk menyakinkan aku pandangin Fina disebelahku bergantian juga liat Fani dalam hatiku bicara “Kok mukanya sama yak? Itu teh Fina bukan yak,? Trus yang disebelaku ini siapa dong, tapi aku yakin lahir batin pokonya yang disebelahku ini Fina, karena perasaan ku juga cocok saja ko, kaya sudah terjalin cemistri antara aku dan dia selama disekolah, hahah alay lupakan saja atau tenggelamkan.

Lalu Fani jabat tangan aku terus memperkenalkan diri oh iya dia saat itu pakai baju pramuka, sedangkan Fina baju kaos biasa. “Fani” ucapnya langsung saja ku jawab oh iya “Novi” ucapku temanku yang lergi bersamaku tadi namanya Kristina dia juga bengong awalnya sama kaya aku hehe tapi setelah Fani masuk rumah, Fina bilang itu kembaran aku nov, lalu kau bilang “Pantas saja kalian berdua mirip yak” nah disitu lah kenapa aku bisa kenal Fani. Aku sudah hampir lupa cerjta seleuruhnya.

Benar-benar sesuatu yang MasyaAllah gitu ya dikelilingi orang kembar, aku belum cerita yang melatih Pencak silat aku dan Fina adalah Ozi da Uzi yang juga kembar mereka itu hebat masih muda sudah jadi pelatih pencak silat, dan satu kelas denganku di SMA.

Lebih Amaizing lagi ni pas aku kuliah sekarang eh aku ketemu orang kembar lagi, pokonya aku senang banget Lihat orang kembar, nah pas kuliah ini aku bertemu Mba’Nisa dan Mba’Nida 2 cewek membar ini benar-benar menyedot perhatianku.

Dia kakak tingkatku lah, pasti saja selalu menarik perhatian kalau ada orang kembar, Mba Nisa dan Mba Nida pas aku ketemu juga hampir lupa tapi sudah lama kenal mungkin dari semester 1 apa 2 yak? Aduh saya teh sudah lupa, Amnesia seketika.

Tapi karena aku sering dekat mereka jadi sudah bisa membedakan mana Mba Nida dan mana Mba Nisa, mereka berdua cantik sama-sama cantik pokoknya, soalnya kalau saya bilang salah satu saja nanti ada yang marah hehe.

Menurut buku novel yang aku baca baru saja kemaren yang judulnya “Twiries” karya cewek kembar juga dari kakak Eva Sri Rahayu & Kakak Evi Sri Rezeki, kalau mereka bosan bila dibanding-bandingkan dengan salah satu kembarannya, sampai mereka bikin buku itu supaya orang-orang tahu tentang orang kembar seperti apa dan pertanyaan yang tidak bermunculan lagi, tapi novel itu lucu hehhehe. Cerita keseharian mereka minat yang berbeda tapi wajah yang sama sikap satunya lebih feminin satunya lagi agak tomboy gitu, tapi wajah mereka sama-sama cantik.

Aku nggak tahu maksud dan tujuan Allah mempertemukanku dengan orang-orang kembar, tapi aku senang luar biasa bisa bertemu dengan mereka. Jadi nya aku kan iri juga mau punya saudara kembar, tapi nggak usah deh ya, 1 aja yang kaya aku ribet dan bikin pusing apalagi dua, terus aku sambil ngebayangin nih, kalau aku punya saudara kembar yang satunya Novi yang satunya lagi Nova hahaha, tapi beda karakter mungkin Novi tomboy dan Nova feminin. Gimana teman-teman pada sepakat ndak yak? Hehehe

Tapi kawan-kawan kita harus bersyukur atas hidup ini banyak hal yang masih dapat kita nikmati didunia ini, selama kita masih bernafas dibumi ini. Banyak manusia, banyak karakater, banyak minat yang berbeda, banyak keunikan dari masing-masing manusia.

Karena percayalah kawan-kawan kita punya kualitas diri sendiri, setiap orang punya kualitas masing-masing, jadi kita nggak perlu minder oke, yah kalau minder boleh sih, asalkan hal itu bisa buat kamu bangkit dan menunjukkan dirimu yang sebernarnya maka akan lebih baik hasilnya, terimakasih kawan ini terkahir.

Mba’Elin

“Mba’Elin I”

Aku hanya ibarat payung..

Ada jika memang benar-benar dibutuhkan..

Memberi kesan protektif, ala kadarnya..

Seandainya hujan tidak pernah turun..

Mungkinkah payung akan tercipta..?

Lalu mau seperti apa lagi yang harus kau tunjuk kan..

Sikapmu sudah lembut, hangat dan bersahabat..

Mba, kamu sudah cukup memadai sebagai teman bicara yang santai..

Boleh aku melakukan sesuatu hal,?

Coba dengarkan dan pahami, hirup lah udara kebahagian hari ini..

Entah dengan siapapun kamu, atau bersama siapapun kamu..

Karena 1 hari setiap 60 detiknya akan berubah menjadi menyenangkan..

Tersenyum lah walau sedikit ukiran yang terlihat diwajahmu..

Aku tidak sedang memaksamu untuk bahagia, tapi sedang berusaha membuatmu bahagia..

Salam hangat dariku diharimu..

Vinokiyo 5 Desember 2018, Yogyakarta

Mba’Agitha I

“Mba’Agitha I”

Kamu tau mba?

Kita ini sama punya rasa..

Yang berbeda cara kita menghadapinya..

Aku tidak tau pasti bahagia itu seperti apa..

Tapi yang pasti kamu punya semangat..

Aku tau kamu lelah, tapi kamu selalu punya cara untuk kenyamanan mu..

Aku ingin mengajakmu, untuk menghirup udara kebahagiaan bersamaku ..

Jika kau berkenan, maka tersenyumlah..

Beberapa menit kamu lalui, akan terasa lengkap jika dirimu merasa nyaman..

Bahagia itu memang kita yang ciptakan..

Senyum itu juga kita yang ukirkan..

Hari ini aku melihat mu berjalan ditengah banyaknya manusia..

Aku tak sempat menyapa mu, dengan bait inilah sebagai wakilnya..

Aku ingin kamu disana baik-baik saja, walaupun aku tidak tau pasti…

Apa yang kamu jalani saat ini, akan lebih menyenangkan jika doaku sebagai wakilnya..

Karna Allah akan selalu bersamamu, seperti apapun dirimu..

Vinokiyo 5 Desember 2018, Yogyakarta

Mba’Ita II

“Mba’Ita II”

Kamu tau?

Apa yang ku pikirkan saat kamu terlelap..

Seolah dunia ini ada di sekeliling kita..

Kini aku baru tau artinya 1 hari setiap 60 detiknya saat bersamamu..

Kebahagiaan itu kita yang ciptakan..

Seolah nafas punya tujuan dan tetap tenang..

Bila hanya melihat senyum mu saja cukup..

Jadi aku mau minta apa lagi..

Aku akan cari cara untuk membuatmu merasa nyaman..

Mba aku tidak bisa berjanji banyak, atau berusaha melakukan banyak hal..

Tapi pastikan aku selalu ada jika kamu membutuhkan ku..

Kamu tau rasa sayang yang seperti apa yang sedang kutunjukan..?

Aku hanya berusaha meyakinkan diriku jika memang benar-benar sayang..

Mengungkapkan apa yang benar-benar ada..

Membuat hati menjadi hangat lembut dan bersahabat..

Vinokiyo 4 November 2018 Yogyakarta

Mba’Siti II

“Mba’Siti II

Gelembung itu komponen udara..

Seluruh dunia tau, kamu punya rasa..

Jika senyum saja mampu kamu ciptakan..

Bahagia yang bagaimana lagi yang barus dicari..

Yah aku tau mba, sedih itu bagian kecil dari bahagia..

Terlalu sering dirasa, semakin besar menyiksa..

Maka kamu harus yakin bahwa aku juga menyayangimu..

Kamu bahagia, aku juga bahagia..

Kapan terakhir kali kamu tersenyum..?

Hirup udara kebahagiaan bersamaku..

Awali hari setiap 60 detiknya untuk menciptakan rasa bahagia..

Senyum dan semangat lah untuk ayah dan ibumu..

Atau setidaknya sisipkan juga untuk ku..

Vinokiyo 5 Desember 2018, Yogyakarta

Sani & Arga

Pagi itu sudah hilang, bersama harapan-harapan yang pernah ada didalam benak, dia tumpahkan bergitu saja air mata sekian lama tak mengenal bendungan.

Bendungan yang dipaksa kokoh, ahirnya memberontak, baginya sudah tak ada lagi yang bisa membuat hatinya tegar menjalani hidup, setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya, sampai – sampai tak ada kata sempat yang bisa disisipkan didalam kalimat bertemu.

Gadis itu masih terus menangis duduk dibangku panjang seolah mati rasa, angin menyapa tak terhiraukan, ia menggerutu didalam hati “aku sudah tidak kuat Ya Tuhan!! Bisa kau ambil nyawaku sekarang? Semakin dalam dia berlarut ,air matanya tak mau berhenti mengalir, bagaimana tidak, kedua orang tua yang sangat dikasihinya sudah pergi untuk selamanya, akibat kecelakaan dan menghasilkan trauma yang begitu dalam pada hati gadis itu.

Sani!! Panggil seorang laki-laki bertubuh tegap, matanya coklat, bergigi gingsul, berlesung pipi sebelah kanan, tinggi, ya dia sahabat nya gadis itu.

Sani hanya diam kesedihan nya membuat dia tak bisa mendengar suara orang lain kecuali batin nya sendiri. Laki-laki itu berjalan semakin dekat, dari kejauhan ia juga merasakan sesak menahan sedih atas kesedihan gadis yang disayanginya itu, dia tau ini memang berat, apalagi untuk seorang gadis seperti dirinya, yang bisa dibilang anak yang penyayang terhadap kedua orang tua nya. Kehilangan keduanya adalah kiamat besar untuk gadis itu.

Sani!! Panggil laki-laki itu, tapi tetap saja gadis yang bernama Sani itu diam membisu atau memang tidak berminat untuk bicara. Karena gadis itu diam saja, akhirnya Arga meraih tangan Sani dengan pelan, sambil berbicara menatap gadis itu yang tengah menangis.

Arga bicara “Sani, aku tau kamu sedih karna kejadian ini, tapi aku akan selalu disini melakukan banyak hal, hanya untuk menghilangkan kesedihanmu.”

Kamu percaya aku kan sani?,

Kamu tau aku sangat menyayangi mu, aku nggak akan kuat kalau kamu terus sedih.

Kamu harus percaya sama sahabat mu ini, aku yakin kamu bisa lebih kuat, kamu nggak akan sendirian, ada aku disini.

Semakin erat laki-laki itu menggenggam tangan sani untuk menguatkan gadis itu, sani hanya merespon dengan air mata yang masih berlinang, tanpa sadar dia memeluk Arga, dan tangisnya semakin pecah, arga hanya diam menenangkan, sambil mengelus pundak gadis itu.

Dan memang benar banyak upaya yang dilakukan Arga untuk mengembalikan senyum sahabatnya itu seperti sedia kala, setelah kesedihan merampas senyumnya.

Mengajak gadis itu kemana-mana, dan bertingkah menjadi seperti orang gila hanya untuk melihat senyumnya sani, tapi tetap saja hanya kemurungan yang didapat, bukanlah Arga jika harus menyerah sampai disitu, untuknya kehidupan yang paling berharga adalah senyuman orang terdekatnya, apalagi seperti Sani, sahabatnya, maka dia akan membuktikan bahwa gadis itu berharga baginya, sudah bertahun-tahun melewati semua alur kehidupan bersama gadis itu, saling memberi dukungan, selalu bersama walaupun susah atau senang, saling menyayangi satu sama lain, gadis itu sepanjang hari hanya diam, walaupun air matanya sudah tidak mau keluar, tapi batinnya menangis, wew kaya Psikolog gua haha.

Hari itu sebuah keajaiban datang, sani akhirnya mau berbicara walau hanya beberapa kata, yang membuat Arga tersenyum lebar sembari menghebuskan nafas lega, akan haru kebahagiaan.

Sani bicara “Arga apa kamu akan selalu menemaniku, dan tidak akan meninggalkan ku?”

Lalu Arga menarik nafas untuk kedua kalinya sambil berkata ” kamu harus percaya sama aku, kamu berharga dalam hidup aku, jadi nggak akan mungkin aku ninggalin kamu , aku siap, menjadi teman, sahabat, saudara atau segala apapun yang berhubungan denganmu, kamu sudah lama mengenalku kamu tau baik buruk ku, hanya orang seperti mu yang mau menerima keadaan ku yang apa adanya, kamu patut untuk tetap diperjuangkan, disayangi, maka aku akan selalu bersamamu.”

Tapi kamu harus janji jangan pernah sedih lagi, aku nggak akan kuat melhatmu seperti itu, ya sani?

Sani hanya dian mendengar kata-kata Arga, tampa sadar Sani menarik bibirnya menyimpulkan senyuman yang khas pada wanita itu, rambutnya yang hitam tergerai, kulitnya yang putih dan bulu mata yang lentik, wajahnya yang cantik tak bisa dipungkiri lagi, hatinya yang lembut, penyayang, bersahabat dan hangat.

Lalu Sani bicara ” Aku akan selalu percaya sama kamu Arga, kamu memang sahabat terbaik ku, nggak akan pernah ku temukan orang yang seperti dirimu lagi nantinya.”

Arga mendegarkan dengan penuh kehangatan kata-kata Sani, dia mencoba merangkul pundak gadis itu dengan maksud memberi keyakinan yang kuat bahwa dia akan selalu ada bagaimana pun keadaannya, terimakasih Sani kau sudah percaya padaku, ucap Arga, Suasana taman itu mejadi lebih segar dipandang mata, udara yang segar memberikan kenyamanan, tentram dan damai dan memunculkan esensi kebahagian yang sudah lama tersembunyi.

Dan akhirnya mereka saling mendukung satu sama lain tidak menanggung dan memendam kesedihan sendiri, karena mereka saling percaya.

Terkadang kehidupan itu menyedihkan, tapi dibalik kesedihan tersimpan berjuta makna dan alasan, agar hati yang lemah bisa menjadi lebih kuat.

Hidup itu memang selalu berdampingan, saling bergantung pada sesama manusia, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita membutuhkan orang lain disekitar kita, jadi jika kita mulai rapuh akan ada orang-orang siap menguatkan dengan berbagai cara yang berbeda-beda.

Allah sudah mengatur kadar porsi kehidupan seseorang sesuai dengan kemampuannya.

Mardiana

“Maridiana”

Kau tau siapa Mardiana?

Dia saudaraku..

Dia sahabatku..

Dia temanku..

Aku memanggilnya Nana..

Memang itu panggilannya.. Haha

Aku menyayanginya..

Aku rindu padanya.. Karena?

Ada jarak antara aku dan dia..

Makanya aku rindu..

Aku percaya padanya..

Dia juga percaya padaku..

Kamu puya posisi tersendiri di hatiku..

Sekali lagi I Miss You Nana..

Vinokiyo 3 Februari 2018, Yogyakarta

“Nana 2”

Kamu tau?

Aku sangat merindukanmu..

Kau sangat berharga dalam hidupku..

Rasa sayangku tidak berkurang malah bertambah..

Kita 2 insan yang berbeda..

Yang dipertemukan dengan berbagai seling cerita..

Kamu tau?

1 hari setiap 60 detik akan terasa menyenangkan bila bersamamu..

Kita akan berusaha menghirup udara kebahagiaan..

Melalui senda gurau seperti biasanya..

Vinokiyo 2 Desember 2018, Yogyakarta

The Parker Yang Lucu

Embun bertabur dimana-mana, udara pagi itu menyeruak sangat segar mungkin karena hujan deras tadi malam, hawanya terbawa sampai pagi ini, lihatlah mengapa tidak, sudah jam 8 lewat, tapi suasana nya agak gelap, tidak panas juga tidak mendung. Yang ada hanya udara dingin dan sedikit tebal embun yang menghalangi jalan.

Dingin pagi itu masih menusuk kulit ku, ketika aku melewati jalan menuju kampus, sambil ku hembuskan dan menghirup udara beberapa kali, rasanya jiwaku tenang, aman tentram dan damai. Hahaha begitu berlebihan nya diriku.

Ahh, hari ini aku terlambat lagi, fikirku. Aku harus pergi kekampus hanya demi satu matakuliah yang sangat berharga itu. Maaf memang bangunku terlambat, pagi itu setelah aku cek handphone sudah menunjukkan pukul 5 lewat tinggal beberapa menit lagi jam 6, fikirku, matilah aku jika terlambat, pasti tidak akan berani masuk kelas dan akhirnya perjalanan ku sia-sia.

Padahal aku tahu jarak tempuh dari rumah ke kampus bisa hampir 1 jam, tapi apalah dayaku, tidurku terlalu nyenyak seakan-akan menikmati hujan tanpa mimpi sekalipun, emm, apa memang aku lupa kalau aku mimpi atau tidak, sudahlah itu tidak penting untuk dibahas. Dan aku harus masuk kuliah jam 7 pagi itu sangat-sangat pagi buatku, belum aku menyiapkan segalanya, mandi, setrika baju, dan lainnya, mana mungkin bisa selesai dalam waktu 3 menit semua itu. Awalnya aku berfikir lebih baik tidak usah masuk, tapi masa iya aku harus bolos lagi setelah kemaren aku tidak masuk matakuliah itu, gara-gara berulangkali keliling kamar hanya cari kacamata, dan hasilnya nihil, dan fix aku hari itu tidak pakai kaca mata sama sekali, pandanganku kabur semua tidak begitu jelas.

Dan aku putuskan untuk tetap pergi dengan setengah keberanian walaupun hampir jam 7 lewat dengan modal nekat aku berangkat, dan iya sudah fikiran tentang keterlambatan berkecamuk tidak karuan, sudah pasti sampai sana hampir jam 8 dan aku harus siap-siap melontarkan alasan yang tepat untuk bapak dosen itu, dan lebih parah lagi ketika aku sudah dijalan macet dimana-mana, dan kalian tahu apa yang ku fikirkan,? pastilah jogja ingin bersaing dengan jakarta, ya bersaing kemacetan. Tapi aku jadi punya alasan, jika bapaknya bertanya seperti ini “kenapa terlambat mba? Aku bisa jawab” maaf pak dijalan macet! Rumah saya jauh dikalasan, “

alasan yang hebat bukan, aku pasti berfikir bapak nya bisa jawab apa setelah itu, ada dua kemungkinan pastinya kalau tidak begini ” Ya sudah mba lain kali jangan terlambat lagi, usahakan berangkat lebih awal.” atau bapak nya akan jawab seperti ini ” maaf mba ini sudah kesepakatan kita jika terlambat lebih dari 15 menit tetap tidak boleh masuk jadi silahkan mba menunggu diluar.”

Tamat riwayatku jika bapak dosen akan berbicara seperti itu, seolah – olah dinding pertahanan roboh seketika.

Tapi beruntungnya diriku sekaligus agak sebal, sebab aku sudah merancang kata-kata dengan susah payah, tetapi bapaknya tidak masuk hari itu dan akhirnya hanya presentasi yang tetap berjalan.

Sekitar jam 8. 45 perkuliahan selesai dan teman-teman, butir demi butir pulang kerumah dan kosnya masing-masing , ya aku tau tujuan mereka pulang secepat itu, kalau tidak melanjutkan tidur atau mendekam didalam kamar malas-malasan, mungkin aku juga seperti itu hehehe. Hemm tapi aku mikir-mikir pulang secepat itu perjalanan jauh dan cukup melelahkan.

Hari itu aku siap-siap mau pergi dari kampus, sudah di tempat parkir motor, dan seperti biasa aku selalu menyapa abang-abang tukang parkir, ya mereka akrab denganku, bagaimana tidak orang yang sering menyapa mereka setiap pagi dengan kepedean tingkat tinggi adalah aku, terkadang aku tegur mereka “Assalamu’alaikum bang”, Jawab mereka ” Waalaikumsalam”

atau aku akan menyapa mereka “Halo bang, bagaimana sehat? Serempak mereka akan jawab. ” Alhamdulillah sehat.”

Sembari disambut tawa dan senyum mereka, mereka hafal sekali motorku, orang yang sering kelupaan parkir dimana, kuncinya dimana, mereka sudah paham sekali itulah aku.

Jika aku tidak mengeluarkan STNK atau lupa, pasti mereka akan suruh keluar begitu saja, atau mereka akan bilang tidak usah keluarkan STNK mu, kami sudah hafal sambil mereka tertawa, padahal aku ingin menunjukan STNKnya dengan memaksa aku bilang biar tertib pak, aku menjawab ke bapak tukang parkir yang lebih tua dari abang-abang yang lain, dan akhirnya mereka mau memeriksanya.

Pagi itu mereka menyambutku dengan tawa dan senyum mereka, kali ini mereka berdua menawarkan makanan berupa kacang untukku, ya abang yang sering pakai kaca mata dan yang satu juga sering duduk dimotor-motor mahasiswa.

ini mba dimakan dulu roti dari jepang, kamu pasti belum pernah coba kan? bilang abang yang pake kacamata. Fikir ku waktu itu dalam hati” Hah Jepang? Yang benar aja?

Abang yang satunya juga bilang “Iya ini roti dari jepang namanya Takoyama kamu harus coba,” sambil menyodorkan plastik berisi makanan itu yang bilangnya dari jepang, aku hanya sedikit ragu masa iya dari jepang wkwkw.

Tapi tak apa walaupun bohong juga mereka baik terhadapku mau menawarkan makanan, padahal aku sudah diatas motor mau pergi, untuk menghargai tawaran mereka aku mengambilnya satu biji yang dibilang Takoyama tadi sambil jalan keluar tidak lupa aku mengucapkan terimakasih dengan lagak ku aku bilang “Terimakasih bang? Tidak kudengar jawab mereka aku langsung jalan keluar sambil memakannya rasanya seperti pernah aku makan tapi aku lupa, campur aduk pikiranku antara kacang koro atau apalah aku lupa namanya, dan ini pasti makanan jepang Kw mereka suka bercanda denganku, aku hanya merasa bahagia dan senyum-senyum sendiri di jalan, dan betapa anehnya aku jika sudah merasa bahagia nafasnya tidak teratur, jantung sesak dan fikirkan yang menggeliat dan mungkin kalian juga akan menyebutku aneh saat merespon rasa bahagia.

Sudah kuputuskan setelah kuliah aku pergi ketempat favorit itu seperti biasa, menghabiskan waktuku dengan novel, pena dan buku, sewaktu-waktu aku ingin menulis cerpen, dan aku sudah dapat ide ini cerpen tentang “Tukang Parkir Kampus Yang Ramah” awal mula tapi aku buat lagi lebih menarik menjadi “Tukang Parkir Yang Lucu” atau biar lebih keren aku sengaja membuat judulnya dalam bahasa Inggris “The Parker Yang Lucu” biar lebih unik kan dipadukan dengan bahasa Indonesia hehehe. Lagi pula aku senang bergaul dengan mereka, profesi mereka sebagai tukang parkir pun adalah hal yang baik diselingi dengan tawa, senyum, dan canda mereka yang ramah, senang berada diantara mereka.

Aku ke perpustakaan sekitar jam 9 pagi hawanya pun masih sama dingin seperti jam 7 pagi tadi sembari membaca novel, mondar mandir kekantin perpus untuk makan, sorenya aku ngobrol lewat chat dengan Abang Us’an begitulah aku memanggilnya dia ingin membantu untuk mempublikasikan cerpen pertamaku yang berjudul “Gadis Bermata Indah Berlogat Khas Jawa” aku sudah selesai menulis cerpen itu, dan ada beberapa hal yang harus diedit, makanya aku suruh abangku itu untuk nyusul ke perpus.

Tiba-tiba hujan deras, ya bulan november penuh dengan hujan, sampai malam aku menghabiskan waktu diperpus itu bersama bang Us, membaca karya ilmiah yang dibuatnya sekaligus mengedit beberapa hal mengenai cerpen yang ku buat pertama kali. Kami masuk ke ruang koleksi umum, cari tempat yang agak tenang tapi setiap sisi sudah ditempati orang-orang dan akhirnya kami masuk keruang koleksi langka disana nyaman, tenang dan damai, dengan dua gadis yang cantik klayen perpus yang menyambut kami dengan senyum hangatnya. Suasananya memang nyaman dengan sedikit suara rintik-rintik hujan diluar sana yang membuat kami tidak bisa pulang.

Ruangan penuh dengan aroma buku, dan salah satu yang menarik perhatian ku, buku hukum yang berisi pasal-pasal yang kurang lebih tebal ya 10 senti, ya langsung dalam hatiku bicara “mantap kali ni buku tebal”.

Bang us’an juga bilang “matilah aku jika baca buku ini, untung aku ndak ambil jurusan hukum, mungkin 50 tahun lamanya barulah selesai menghafal setiap pasal yang ada dibuku ini, kurang lebih begitulah gumamnya . Aku pun tertawa dengan reaksi pemikiran nya itu.

Kisah ini berakhir setelah kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, hujan sudah mulai reda, jalanan basah dan meninggalkan hawa yang dingin, dimana orang-orang akan lebih memilih untuk bergeser ketempat yang nyaman diantara selimut yang hangat, dan tidur tanpa beban.

Gadis Bermata Indah Berlogat Khas Jawa

Sepertinya angin ingin mendengarkan aku Bercerita tentang dirinya, tentang gadis bermata indah, setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu khas logat Jawanya terdengar ditelingaku.

Yang begitu akrab menyapa ku, jika bertemu denganku senyum khas diwajahnya terlempar ke arahku, gigi putihnya yang rapi berhasil membuatku betah berlama-lama memandanginya. Jika ia melihatku sedang menatapnya segera ku larikan wajahku aku juga merasa  malu bila dia tahu aku memandanginya, atau mungkin dia akan menganggapku seperti orang aneh.

Sejauh aku Bercerita tentang dirinya mungkin kalian akan menerka-nerka bahwa ini kisah seperti biasa dimana seorang laki-laki jatuh cinta pada seorang gadis yang dikaguminya, tapi kalian salah aku bukanlah laki-laki, aku juga seorang gadis hanya saja tampilan luar ku seperti laki-laki, kalian boleh menyapa ku gadis tomboy.

Hehehe, atau panggil saja namaku novi, biar kita lebih akrab, sudah cukup basa basi ini! kalian pasti bosan dengan celotehan ku yang tidak jelas. Kalian perlu tahu, tentu saja aku mengagumi sosok gadis bermata indah tadi dia lebih tua setahun sebulan dari ku sekaligus gadis kesayangan ku,

Ahhh, aku tidak akan membiarkan kalian berfikir aneh tentangku karena hal ini, sebelum kalian salah paham lebih baik kalian baca sampai selesai. Tapi itulah aku tidak ada yang ku tutup-tutupi jujur apa adanya apa yang aku rasa, semua aku ungkapkan dengan gamblang.

Kalian pasti ingin tahu kan siapa gadis itu, dialah sosok wanita bersuku Jawa asli, kalian bisa menemukannya di kota Jogja, ya Jogja Istimewa. Tempat dimana ia bertahun-tahun menjalani kegiatan sehari-hari di kampus, salah satu kampus universitas swasta di Yogyakarta, akan kumulai kisahku dari sini saat pertama aku mengenal gadis bermata indah itu.

Tapi kalian juga harus tahu siapa aku bukan? Siapa Aku dan apa hubunganku dengan gadis cantik tadi, atau tidak perlu? wkwkw. Aku gadis tomboy panggil saja Novi yang pergi jauh dari keluarga untuk menempuh ilmu dijogja.

Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan hal ini, sekolah di kota indah dan sebesar ini atau yang sering dikenal dengan kota pelajar, hari demi hari aku lalui hanya untuk merindukan orang tua ku yang jauh di Kalimantan Timur sana, dimulai sejak pertama kali aku meninggalkan rumah bapak dan ibu sejauh-jauhnya hanya untuk kekota ini.

Semester demi semester perkuliahan aku jalani dan entah seberapa sering sakit yang aku dapat setalah jauh dari ibu, wanita paling berharga di dunia ini bagiku, cintaku untuknya tidak akan pernah terganti, ya aku sangat-sangat menyayanginya, seandainya aku bisa melakukan sesuatu hal yang untuknya, maka akan aku lakukan apapun demi ibu termasuk menggantikan posisi nya ketika dia sakit, biarlah aku yang merasakannya.

Aku dikota Jogja ini belajar di universitas swasta Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dimana tempat yang sama dengan gadis bermata indah itu menempuh ilmu, jurusan Pendidikan Agama Islam sama denganku oh Sungguh keajaiban bisa mengenalnya diantara banyaknya manusia hehehe, lagi-lagi aku berlebihan, hanya saja aku dan dia berbeda semester sebut saja istilahnya Kakak Tingkat “Kating” karena aku berada disemester bawah darinya.

Perkenalan itu dimulai saat aku semester 3 eh, tapi aku lupa apa aku sudah Mengenalnya sebelum itu? Atau memang belum begitu akrab, ya gadis itu yang sering ku sapa Mba’Ita matanya berbeda dari yang lain makanya aku bilang indah.

Pertama kali dia mengajak ku makan bersama dan aku oke saja, lepas hari itu aku jadi lebih dekat dengannya hanya karena jogja saat itu hujan deras di malam hari aku tidak bisa pulang, lalu dia menawarkan ku untuk menghina di kosnya, hujan terlalu sering turun sampai beberapa kali aku menginap di kosnya aku pun tidak bisa menolak.

Selain terlalu malam juga, buatku jika harus pulang ke rumah. Sebenarnya bisa saja aku menerobos hujan seandainya aku tidak peduli dengan pakaian dan tasku, tapi aku lebih memilih untuk bersamanya di malam itu, ya di kosnya.

Itulah satu hal yang membuatku lebih mengenal dirinya, dia ramah, baik hati menurutku, cantik wajahnya, ada yang tidak pernah kulupa tentangnya senyumnya, matanya berwarna coklat terang dia berbeda dari yang lain, matanya itu lah yang ku sebut indah, lihat betapa anehnya diriku menilai seseorang jika aku laki-laki mungkin aku akan jatuh hati padanya.

Bagiku dia sudah ku anggap seperti kakak kandungku sendiri, kami biasanya juga suka mengejek satu sama lain, seperti biasa aku senang mengejeknya karena beberapa jerawat yang tumbuh di wajahnya.

Tapi aku yakin seyakin-yakinnya dia itu cantik, kalau kalian tidak percaya coba temui saja dia, cari saja gadis bernama Ita Rusmiani itu di salah satu universitas swasta Yogyakarta, kalau kalian capek lebih baik tidak usah heheh, atau mungkin setelah kalian berusaha mencarinya dia sudah lulus di universitas itu, dan kalian terlambat.

Dan dimana disaat-saat itu kebersamaan ku jadi berkurang dengan nya, aku ingin berterima kasih padanya, sudah melengkapi kisah hidupku di kota ini, sesuatu hal yang akan menjadi alasan untuk ku kembali ketempat ini.

Walaupun aku tidak tahu pasti kapan itu, karena setelah wisuda nanti aku akan bekerja di kalimantan timur mengikuti jejak bapak, yang mengabdikan seluruh hidupnya di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) tapi jika takdir berkata lain maka akan aku jalani apapun pekerjaannya yang terpenting halal

Dan setidaknya bisa membantu orang tua ku, melanjutkan tanggung jawab sebagai kakak untuk adik-adiknya, agar bisa merasakan sekolah tinggi, atau mengecap dunia perkuliahan seperti aku sekarang ini, bagiku keluarga adalah hal terpenting tak ada kebahagian yang bisa tergantikan selain kebersamaan yang mampu menciptakan warna kehidupan setiap anak sepertiku.

Dan benar dikota ini aku menemukan keluarga baru ya gadis tadi, aku sudah menemukan tempat dimana aku bisa melepaskan rinduku, maka dari itu aku sangat menyayangi nya. Hari itu seperti biasa dia menyapa dan ada hal yang ingin diutarakan nya, hahaha, aku terlalu berlebihan, biar lebih dramatis saja. Yang sebenarnya dia hanya bicara malalui whatsapp sedikit kata yang diukirnya.

Ya whatsapp media sosial terbaik saat ini begitu banyak yang menggunakan nya, termasuk aku, aku juga tidak mau ketinggalan jauh di era ini. Pesan itu masuk, ditengah aku sibuk dengan urusanku, hehe aku berlagak seperti orang sibuk kurang lebih seperti ini dia bicara.

Mba’Ita “Krok kau ke Graha Tak?” Ajaknya

Saat itu aku berfikir tumben sekali mba ku itu mengawali pembicaraan, biasanya aku yang lebih dulu menanyakan keadaannya, atau apalah, pasti aku yang memulai, acuhkan saja, aku hari itu senang dia chat karena saat itu sedang kangen berat padanya, sebab sudah beberapa kali aku ingin mengajaknya jalan tapi gagal. Langsung saja aku balas pesannya.

Aku pun menjawab sambil tertawa membaca pesannya “Iya mba nanti sore jam 4 Kenapa mba?”

Tak lama Mba’Ita pun menjawab “Aku juga ksana Krok”

Aku pun bertanya lagi “Sama siapa? Mau pergi bersamaku kah mba?”

Saat itu aku menawarkan diri aku akan merasa senang jika dia mau pergi bersama ku, tapi aku cukup sedih dengan jawabannya, hei tidak usah tanya kenapa aku sedih, bagaimana rasanya kalau kita lagi kangen ingin bersama tapi tidak ada kesempatan.

Mba’Ita “Sendiri Krok Kita ketemu di Graha aja ya Krok

Aku “Oh oke” terserah padamu saja” jawabku

Itulah kata-kataku terakhir walaupun sedikit sedih tapi aku senang dia mengajak ke graha bersama jadi aku bisa melihat wajah dan mata indahnya itu. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa dia memanggilku dengan sebutan krok, hehehe ada sejarah tersendiri waktu itu ketika aku sakit batuk, dia selalu mengejek ku dengan panggilan itu, sampai sekarang pun tetap sama tak ada yang berubah, aku anggap itu sebagai panggilan sayangnya untuk ku.

Dan Grahatama Pustaka itu adalah tempat favorit ku tempat dimana aku bisa mengekspresikan diriku, diantara tumpukan buku yang mengeroyoku dengan sadis, haha aku sedikit dramatis lagi, tidak maksudku aku dikelilingi buku karena begitu banyak, atau lebih simpel sebut saja perpustakaan , ya perpustakaan daerah yang ada di jogja, banyak kenangan ditempat itu.

Pada saat itu aku rindu padanya, maaf aku memang baper, kepanikan tingkat tinggi, kekhawatiran yang berlebihan, dan rasa sayang yang berlebihan, aku kangen bicara banyak dengannya khas tertawa dan senyumnya selalu ku ingat, kadang aku merasa sedih dia sedikit cuek, terkadang diam saja saat ku tanya, mungkin diriku terlalu banyak bicara, jadi dia lelah menghadapi ku.

Kadang aku bertanya-tanya dalam hati apa dia punya sedikit aja rasa sayang untuku, orang yang jauh dari kata baik ini mengharap sedikit perhatiannya. Aku akan merasa senang pastinya kalau ada sedikit perhatian, tapi itulah insan punya cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa sayang dan perhatiannya.

Tetapi sudahlah, lagi pula aku menyayanginya setulus hati, yang selalu mengkhawatirkan keadaannya, takut dia sakit, terus aku tidak tahu itu, jadi rasanya sedih, mana ada sih,! orang yang senang ketika orang kesayangan nya sakit.

Kalian pasti akan berfikir bahwa aku orang yang haus akan perhatian, yang memang seperti itulah aku masa Kecil ku sudah banyak menyimpan kesedihan, tidak punya teman dekat yang bisa kuajak berbicara banyak, walau hanya sekedar memberikan perhatian satu sama lain, itu memang terlihat kecil bagi sebagian orang, tapi itu sangat berarti buatku apalagi untuk seseorang yang dekat sama kita.

Prinsipku betapa berharga dan berartinya orang yang dekat sama kita siapapun itu maka lakukanlah sesuatu untuknya yang membuatnya merasa lebih senang dan terperhatikan, walaupun tidak semua orang mau diperhatikan.

Di saat ini dimana lagi aku menemukan orang sepertinya, diantara banyaknya manusia hanya satu yang seperti dirinya, dihari kedua pergi bersama ke perpustakaan daerah itu kucoba menceritakan tentang aku dan masa laluku, semua aku ceritakan padanya banyak keburukan yang pernah aku lakukan dan hal itu cukup menyedihkan sepertinya sudah terpatri jelas dalam ingatan dan hasilnya hanya penyesalan dan kesedihan yang ku tanggung bertahun-tahun lamanya

Mungkin sampai saat ini aku akan menangis tiba-tiba jika sudah mengingat masa lalu ku itu, dan setelah semua itu selesai aku hanya memikirkan apakah gadis bermata indah ini masih mau dekat denganku, atau ada kerisihan saat bersamaku, aku tidak akan pernah menyalahkan nya jika tiba-tiba dia menjauh.

Setidaknya aku sudah tahu alasannya tentang masa laluku itu, tidak semua orang bisa menerima sisi keburukan orang lain, tapi berbeda dengan gadis ini dirinya malah terlihat santai dan enjoy dia mau menerima semua keburukan ku itu, aku juga sudah memulai semuanya dengan baik tidak akan pernah aku lakukan kesalahan yang sama dimasa lalu, aku akan berusaha menebusnya untuk terus berbuat baik terhadap orang lain.

Dari sini aku tidak salah memilih nya sebagai kakak ku dia mau memahamiku, itulah yang aku suka darinya dan rasa sayangku begitu besar untuknya, apapun akan aku lakukan demi dirinya, membuatnya tersenyum, yang setidaknya dia dapat melupakan beban dan lelahnya sementara, melindunginya semampuku, termasuk dengan nyawaku sendiri sekalipun sebagai taruhanya aku tidak berlebihan kan?

Aku fikir tidak, aku berkata jujur, nasihat-nasihatnya sama seperti ibu, setiap kali aku lihat dia menatap matanya lama-lama akan membuatku merasa tidak kuat, mungkin bisa menangis, heh! Diriku terlalu cengeng, lembek. Pada kenyataannya hati dan fisikku jauh berbeda, mungkin aku terlihat kuat, penampilan yang begitu menipu menutupi lembek nya hati, dan hati yang terlalu lemah, cengeng dan rapuh, kisah ini mungkin akan jadi cerminan untuk lebih baik kedepannya.

Semoga juga kalian bisa menemukan seseorang yang benar-benar menyayangi kalian, dalam arti teman yang melengkapi kisah hidup kalian, jangan lepaskan dia jika sudah menemukannya, mau cari dimana lagi, itu hanya akan terasa sulit tidak akan ada lagi, dan tidak akan pernah kalian temukan orang yang sama.